jalan kaki
Ilustrasi.

Manfaat Jalan Kaki Bagi Penderita Osteoarthritis Lutut

Diposting pada

Bhataramedia.com – Studi terbaru menunjukkan bahwa berjalan kaki mengurangi risiko keterbatasan fungsional yang berhubungan dengan osteoarthritis (OA) lutut. Studi ini sebagian dananya diperoleh dari National Institutes of Health (NIH) dan diterbitkan di jurnal American College of Rheumatology (ACR), Arthritis Care & Research. Hasil studi ini menunjukkan bahwa berjalan sebanyak 6.000 langkah atau lebih per hari dapat melindungi penderita atau orang yang berisiko osteoarthritis lutut untuk mengalami masalah gerak (mobilitas) lainnya, seperti kesulitan bangun dari kursi dan menaiki tangga.

Berdasarkan studi prevalensi oleh Lawrence et al. (Arthritis Rheum, 2008), hampir 27 juta orang Amerika berusia 25 dan lebih tua didiagnosis dengan OA. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa OA lutut adalah penyebab utama keterbatasan fungsional antara orang berusia lanjut, seperti kesulitan berjalan dan memanjat atau menaiki tanggat. Selain itu, data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES III) menyatakan bahwa 80% dari pasien OA memiliki beberapa keterbatasan terkait gerakan, dengan 11% dari orang dewasa penderita OA lutut membutuhkan bantuan perawatan pribadi.

Berjalan merupakan aktivitas fisik harian umum bagi orang berusia lanjut. Bukti medis melaporkan bahwa dua pertiga orang dewasa AS penderita arthritis melakukan aktivitas berjalan kaki kurang dari 90 menit setiap minggu. “Penelitian kami berupaya untuk mengetahui hubungan antara aktivitas jalan kaki dan fungsi mobilitas yang lebih baik, dan jika demikian, berapa banyak aktivitas berjalan kaki sehari-hari yang diperlukan untuk meminimalkan risiko masalah mobilitas pada penderita OA lutut,” kata Daniel White, PT, ScD, dari Sargent College at Boston University di Massachusetts.

Pada studi ini, peneliti mengukur langkah setiap hari yang diambil oleh 1788 orang dengan atau berisiko untuk OA lutut. Mereka merupakan bagian dari Multisenter Osteoarthritis Study. Aktivitas ini dimonitor selama lebih dari 7 hari dan batasan fungsional dievaluasi dua tahun kemudian sehingga menghasilkan kecepatan berjalan lambat dan skor fungsi fisik Western Ontario dan Universitas McMaster Arthritis Index (WOMAC) yang lebih besar sebanyak 28 (dari skor awal 68).

Setiap penambahan aktivitas jalan kaki sebanyak 1.000 langkah dikaitkan dengan penurunan antara 16% sampai 18% kasus batasan fungsional pada dua tahun kemudian. Berjalan kurang dari 6.000 langkah setiap hari merupakan ambang terbaik untuk mengidentifikasi orang-orang yang akan mengembangkan batasan fungsional.

Dr. White menyimpulkan bahwa berjalan merupakan kegiatan murah dan meskipun umumnya disarankan berjalan kaki sebanyak 10.000 langkah per hari, namun penelitian kami menemukan bahwa hanya 6.000 langkah per hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya.

“Kami mendorong orang-orang dengan atau berisiko OA lutut berjalan setidaknya 3.000 atau lebih langkah setiap hari, dan akhirnya bertambah menjadi 6.000 langkah setiap hari untuk meminimalkan risiko mengembangkan kesulitan mobilitas.” Tambahnya, seperti dilansir Wiley (12/6/2014).

Referensi Jurnal :

Daniel K. White, Catrine Tudor-Locke, Yuqing Zhang, Roger Fielding, Michael LaValley, David T. Felson, K. Douglas Gross, Michael C. Nevitt, Cora E. Lewis, James Torner, Tuhina Neogi. Daily walking and the risk of incident functional limitation in knee OA: An observational study. Arthritis Care & Research, 2014; DOI: 10.1002/acr.22362.