Mengobati Penyakit Jantung Melalui Usus ?

penyakit jantung
penyakit jantung
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Peneliti dari Cleveland Clinic untuk pertama kalinya telah menunjukkan bahwa menargetkan mikroba dalam usus dapat mencegah penyakit jantung yang disebabkan oleh nutrisi yang terkandung pada makanan yang kaya daging merah, telur dan produk susu tinggi lemak.

Pendekatan baru ini berfokus pada penemuan sebelumnya mengenai TMAO (trimetilamina N-oksida), produk sampingan yang terbentuk dalam usus selama proses pencernaan lemak hewani, yang terkait dengan aterosklerosis dan penyakit jantung. Sekarang, tim telah mengidentifikasi inhibitor alami yang disebut DMB (3,3-dimetil-1-butanol), yang ditemukan di ekstrak minyak zaitun dan minyak biji anggur. Senyawa alami ini dapat mengurangi tingkat TMAO dan mengurangi aterosklerosis pada tikus .

Penemuan ini mungkin merupakan pendekatan terapi baru yang potensial untuk pencegahan penyakit jantung, pembunuh nomor 1 di Amerika Serikat, serta penyakit metabolik lain yang terhubung ke mikroba usus, seperti diabetes.

Penelitian ini dipublikasikan secara online dan edisi cetak pada tanggal 17 Desember di jurnal Cell.

Hubungan antara TMAO, mikroba usus dan penyakit jantung pertama kali ditemukan empat tahun lalu oleh tim peneliti yang sama, dipimpin oleh Stanley Hazen, MD, Ph.D., Ketua the Department of Cellular & Molecular Medicine di Lerner Research Institute dan bagian Kepala Pencegahan Kardiologi & Rehabilitasi di Miller Family Heart & Vascular Institute, Cleveland Clinic. Zeneng Wang, Ph.D., penulis pertama pada naskah, juga merupakan anggota di Department of Cellular & Molecular Medicine, Lerner Research Institute.

“Banyak penyakit kronis seperti aterosklerosis, obesitas dan diabetes terkait dengan mikroba usus,” kata Dr. Hazen. “Studi ini menunjukkan kemungkinan menarik bahwa kita dapat mencegah atau menghambat perkembangan penyakit jantung akibat pola diet, melalui usus. Ini membuka pintu di masa depan bagi jenis terapi baru untuk aterosklerosis, serta penyakit metabolik lainnya.”

TMAO adalah metabolit usus yang terbentuk selama pencernaan nutrisi kolin, fosfatidilkolin (lesitin) dan karnitin, yang berlimpah dalam produk hewani. Tingkat TMAO darah berhubungan dengan risiko yang meningkat dari serangan jantung, stroke dan kematian pada studi klinis. Karnitin berlimpah dalam daging merah dan hati, sedangkan kolin dan lesitin melimpah dalam daging sapi, domba, hati, kuning telur dan produk susu tinggi lemak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penghambatan yang ditargetkan pada langkah pertama generasi TMAO, produksi trimetilamina (TMA) mikroba komensal, dapat membantu mencegah aterosklerosis yang diinduksi oleh diet. Tim peneliti menghambat produksi TMA menggunakan 3,3-dimetil-1-butanol (DMB) pada tikus yang diberi diet tinggi kolin atau karnitin. Tikus yang diobati dengan inhibitor memiliki pengurangan kadar TMAO dan mengembangkan aterosklerosis lebih sedikit. DMB bukan antibiotik, fakta penting ini menunjukkan bahwa pengobatan dapat menargetkan jalur mikroba tertentu sekaligus melindungi flora usus dan menghindari penggunaan antibiotik berlebihan dan resistensi, yang merupakan krisis kesehatan di seluruh dunia.

“Kami mampu menunjukkan bahwa ‘membius mikrobioma’ adalah cara yang efektif untuk memblokir jenis penyakit jantung yang diinduksi diet. Inhibitor ini mencegah pembentukan produk limbah yang dihasilkan oleh mikroba usus, yang menyebabkan penurunan tingkat TMAO dan pencegahan aterosklerosis. Ini seperti bagaimana kita menggunakan statin untuk menghambat sintesis kolesterol dalam sel manusia,” kata Dr. Hazen seperti dilansir¬†Cleveland Clinic (17/12/2015).

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyakit jantung membunuh sekitar 610.000 di Amerika Serikat setiap tahun, berjumlah satu dari setiap empat kematian. Ini adalah penyebab utama kematian di AS untuk pria dan wanita.

Penelitian ini didukung oleh dana dari National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements and dan American Heart Association.

Referensi Jurnal :

Zeneng Wang, Adam B. Roberts, Jennifer A. Buffa, Bruce S. Levison, Weifei Zhu, Elin Org, Xiaodong Gu, Ying Huang, Maryam Zamanian-Daryoush, Miranda K. Culley, Anthony J. DiDonato, Xiaoming Fu, Jennie E. Hazen, Daniel Krajcik, Joseph A. DiDonato, Aldons J. Lusis, Stanley L. Hazen. Non-lethal Inhibition of Gut Microbial Trimethylamine Production for the Treatment of Atherosclerosis. Cell, 2015; 163 (7): 1585 DOI: 10.1016/j.cell.2015.11.055.

You May Also Like