Cara Menghentikan Pengisian Baterai HP Android Secara Otomatis

Diposting pada

Sebagian besar smartphone yang ada di pasaran saat ini, itu belum mendukung batasan pengisian daya baterai atau Battery Charge Limit. Fungsi ini memungkinkan agar perangkat tidak akan menerima sumber daya listrik yang ditransimisikan ke baterai ketika status persen di hp telah penuh atau status tertentu. Fungsi ini jelas sangat berguna untuk mengantisipasi baterai yang cepat kembung atau drop.

Tidak harus menggunakan fungsi tersebut, setiap smartphone pastinya tidak dianjurkan untuk melakukan pengesanan hingga melampaui batas atau cas sampai pagi. Tidak ada dampak yang signifikan memang jika dilakukan sekali atau dua kali saja. Namun akan lebih terasa jika penggunaan yang salah ini terus menerus dilakukan dalam jangka panjang. Meskipun baterai yang digunakan adalah Li-ion, Li-Po atau apapun itu. Tidak akan memberikan efek positif ketika digunakan dengan cara yang salah selama berulang kali.

Maka dari itu, cara alternatif yang bisa Anda gunakan adalah dengan menanamkan fungsi Battery Charge Limit. Mungkin ada beberapa aplikasi yang memiliki fungsi serupa di Google play store. Namun sebagian besar adalah fungsi palsu, yang dimana mereka hanya memainkan tampilan indikator saja. Namun tidak semua aplikasi seperti itu, sebab masih ada sebagian yang benar-benar memberikan fungsi terbaiknya seperti yang dijelaskan pada artikel dibawah ini.

Hal yang harus Anda ketahui adalah penerapan ini membutuhkan akses rooting sebelum Anda bisa menerapkan langkah-langkah yang dijelaskan. Untuk tutorial rooting termudah, bisa Anda lihat pada artikel woiden berikut:

Setelah Anda melakukan rooting, ada hal lain yang perlu Anda perhatikan, yaitu system operasi yang digunakan. Penerapan ini hanya diperuntukan untuk smartphone dengan operating system minimal Android 4.4 Kitkat Keatas. Selain itu, Anda juga perlu mengaktifkan Sumber tidak dikenal dari jendela “Settings” -> “Security” -> “Unknows Resource”.

Cara Mengaktifkan Battery Charge Limit di HP Android

Apabila semua kebutuhan yang dijelaskan diatas telah Anda lakukan. Maka langkah pertama Anda dengan memodifikasi salah satu di file system root Android Anda. Caranya adalah dengan menghubungkan baterai ke sumber daya listrik menggunakan kabel cas/usb. Kemudian jalankan aplikasi file explorer (Root Explorer atau ES File Explorer) di hp Android Anda, lalu arahkan ke folder berikut ini:

  • sys/class/power_supply/battery

Temukan file berjudul “charging_enabled”. Buka file ini menggunakan fungsi editor (text editor) dengan menekan tahan file tersebut, lalu pilih “Open in Text Editor”.

Nah dari dalam jendela isian file, hapus semua angka “1”, dan ubah menjadi angka “0” tanpa tanda petik. Kemudian save atau simpan filenya.

Langkah 1: Install Aplikasi Battery Charge Limit

Langkah pertama setelah semua kebutuhan awal telah diselesaikan adalha dengan menginstall aplikasi Battery Charge Limit di hp Android Anda. Cukup mengunduh dan install file apk dari link yang disediakan dibawah ini:\

  • ¬†https://www.mediafire.com/?5k5qeg1qgnr68fr

Langkah 2: Jalankan Fungsi Batasan Baterai

Selanjutnya, jalankan aplikasi Battery Charge Limit, kemudian pada jendela pertama. Ketuk tombol “Charge” di samping menu “Limit”. Nah dari menu ini, Anda cukup memasukan angka persentase yang diinginkan. Angka persentase ini antara 50 hingga 95. Jadi berapapun angkanya, misalnya Anda menetapkan angka 80, maka pada saat pengisian baterai hp Anda telah mencapai 80%, maka proses pengecasan akan dihentikan secara otomatis.

Setelah menetapkan angka persentase, cukup tekan tombol “Apply” untuk menetapkan fungsinya. Pada langkah ini, mungkin Anda akan diminta untuk akses rooting, Jadi ketuk pilihan “Grant” pada menu popup yang muncul.

Langkah 3: Uji Coba

Setelah semua fungsi telah Anda lakukan dengan benar, maka cobalah untuk menguji, apakah fungsi yang Anda terapkan benar-benar berjalan sesuai. Caranya dengan melakukan charging hingga persentase baterai mencapai angka yang Anda tetapkan.

Apabila fungsi tidak berjalan, cobalah untuk meninjau kembali penerapan sebelumnya, apakah sudah sesuai dengan langkah-langkah yang dijelaskan diatas atau ada satu poin yang keliru.