Endometriosis, Beban Bagi Kehidupan Wanita

wanita

Bhataramedia.com – Menurut penelitian, endometriosis sering memakan waktu lama untuk didiagnosis dan mempengaruhi semua bidang kehidupan wanita.

Penelitian yang dipimpin oleh Kate Young dari Monash University tersebut menemukan bahwa endometriosis mempengaruhi kehidupan seks wanita, hubungan pribadi, kehidupan kerja dan kesejahteraan emosional. Penelitian tersebut diterbitkan di Journal of Family Planning and Reproductive Health Carefound.

Endometriosis adalah penyakit kronis berulang yang dialami sekitar 10 persen perempuan di seluruh dunia. Gejala umum yang terjadi termasuk nyeri haid, pendarahan berat saat menstruasi, seks menyakitkan dan infertilitas.

Kate telah mereview sejumlah makalah ilmiah yang mendokumentasikan pengalaman perempuan mengenai endometriosis.

“Hal yang paling umum terjadi adalah bahwa wanita mengalami keterlambatan di dalam diagnosis,” kata Kate, seperti dilansir Monash University 11/9/2014).

Studi ini menemukan bahwa wanita lebih mungkin didiagnosis lebih cepat ketika mereka menemui dokter dan menggambarkan gejala-gejalanya sebagai masalah yang berhubungan dengan kesuburan,  bukan masalah menstruasi.

“Beberapa wanita pada awalnya menunda mencari bantuan untuk gejala mereka karena mereka percaya bahwa semua wanita mengalami periode menstruasi yang menyakitkan. Ketika perempuan mengungkapkan gejala mereka ke anggota keluarga, teman atau profesional medis, pengalaman mereka biasanya dianggap normal karena dialami oleh semua wanita,” kata Young.

Studi ini juga menemukan bahwa wanita sering merasa frustrasi dan marah pada pengalaman tidak memuaskan dengan penyedia layanan kesehatan dan memiliki keprihatinan mengenai efektivitas dan efek samping dari pengobatan.

“Wanita ingin dokter untuk benar-benar mendengarkan pengalaman dan keprihatinan mereka. Mereka ingin menjelaskan dampak sebenarnya dari kondisi hidup mereka, bukan hanya peringkat nyeri mereka pada skala dari satu sampai 10,” kata Young.

Studi ini menemukan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai endometriosis karena dialami oleh beragam kelompok wanita.

 “Tahap selanjutnya dari penelitian saya adalah untuk melakukan wawancara dengan wanita dari berbagai latar belakang etnis dan budaya yang berbeda, serta merekrut lebih banyak dokter dari daerah pedesaan dan perkotaan untuk mengambil bagian di dalam penelitian ini,” kata Kate.

Penelitian ini akan memberikan kontribusi pada kesehatan yang lebih baik pada wanita dengan endometriosis di Australia dan di seluruh dunia.

Referensi :

K. Young, J. Fisher, M. Kirkman. Women’s experiences of endometriosis: a systematic review and synthesis of qualitative research. Journal of Family Planning and Reproductive Health Care, 2014; DOI: 10.1136/jfprhc-2013-100853.

You May Also Like