Limbah Komputer Beracun Di Negara Berkembang

Limbah komputer.

Bhataramedia.com – Seiring perkembangan negara-negara berkembang, standar hidup dan peningkatan akses ke teknologi juga semakin meningkat. Sayangnya, barang-barang seperti komputer pribadi, laptop dan ponsel menjadi semakin umum sehingga masalah daur ulang dan pembuangan perangkat tersebut juga semakin meningkat. Hal ini berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Environmental Technology and Management.

Neelu Jain dari PEC University of Technology di Chandigarh dan Pamela Chawla dari Surya World, Surya World Technical Campus di Punjab, India, telah memperkirakan potensi jumlah komputer dan notebook usang serta kuantitas dari berbagai komponen beracun yang akan dihasilkan dari perangkat tersebut selama sepuluh sampai lima belas tahun ke depan di India. Akan ada pengguna akhir lebih tinggi yang memiliki lebih dari satu perangkat yang dapat berjumlah hampir 1,3 miliar pada keseluruhan populasi. Tingkat pertumbuhan konservatif tersebut dapat berarti lebih banyak komputer yang akan dibuang pada waktu itu.

Dengan demikian, penelitian mereka menunjukkan bahwa akan ada 126 juta komputer desktop dan 900 juta komputer notebook yang akan menjadi usang pada tahun 2025. Mereka berpendapat bahwa kapasitas daur ulang komputer perlu ditingkatkan agar dapat mengatasi lebih dari satu miliar limbah PC pada tahun 2020. “Hasil ini akan membantu otoritas pengelolaan sampah di dalam perencanaan prasarana dan sarana yang tepat bagi penanganan, daur ulang dan pembuangan limbah berbahaya ini,” kata tim, seperti dilansi dari Eurekalert (3/6/2014).

“Analisis ini tidak membahas distribusi komputer usang untuk digunakan kembali, didaur ulang dan waktu penyimpanan mereka, yang merupakan masalah penting untuk dicari solusinya di masa depan,” tambah Tim.

Limbah elektronik atau e-waste adalah nama kolektif untuk perangkat elektronik yang dibuang dan merupakan masalah yang berkembang di seluruh dunia. Mengingat bahwa banyak komponen elektronik menggunakan unsur-unsur beracun (misalnya arsenik, kadmium, timah dan merkuri), ada kebutuhan mendesak untuk mengelola e-waste dengan pertimbangan untuk kesehatan manusia dan lingkungan.

Referensi Jurnal :

Neelu Jain, Pamela Chawla. Future outflows of toxic material from end-of-life computers in India. International Journal of Environmental Technology and Management, 2014; 17 (2/3/4): 237 DOI: 10.1504/IJETM.2014.061796.

You May Also Like