Badai Matahari Ekstrim Menghantam Bumi 1.000 Tahun Lalu

badai matahari
badai matahari
Matahari di atas stasiun penelitian NEEM di Greenland bagian utara.(Credit: Raimund Muscheler)

Bhataramedia.com – Badai matahari dan partikel yang dilepaskan dapat mengakibatkan fenomena spektakuler seperti aurora. Selain itu, badai ini juga dapat menimbulkan risiko serius bagi masyarakat kita. Pada kasus ekstrim, badai matahari telah menyebabkan pemadaman listrik besar dan juga dapat menyebabkan kerusakan satelit dan sistem komunikasi. Menurut penelitian yang diterbitkan di Nature Communications, badai matahari bisa jauh lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Para peneliti di Universitas Lund di Swedia kini telah mengkonfirmasi bahwa bumi ditabrak oleh dua badai matahari yang ekstrim lebih dari 1.000 tahun yang lalu.

“Jika badai matahari besar seperti itu akan menabrak bumi hari ini, maka akan memiliki efek buruk pada pasokan tenaga, satelit dan sistem komunikasi kita,” kata Raimund Muscheler di Departemen Geologi, Universitas Lund.

Tim peneliti di Universitas Lund, bersama dengan rekan-rekannya di Universitas Uppsala di Swedia, serta peneliti di Swiss, Denmark dan Amerika Serikat, telah mencari jejak badai matahari di inti es dari Greenland dan Antartika. Di mana-mana di bumi Anda dapat menemukan jejak sinar kosmik dari galaksi dan matahari, sama seperti tingkat yang rendah dari karbon radioaktif.

Beberapa tahun yang lalu para peneliti menemukan jejak peningkatan pesat karbon radioaktif dalam lingkaran pohon dari periode 774/775 AD dan 993/994 AD. Penyebab kenaikan ini bagaimanapun masih diperdebatkan.

“Pada studi ini kami bertujuan untuk bekerja secara sistematis menemukan penyebab peristiwa ini. Kami sekarang telah menemukan peningkatan yang sesuai untuk periode yang sama persis di inti es. Dengan hasil baru ini, ada kemungkinan untuk menyingkirkan semua penjelasan lain yang diduga sebelumnya, dan dengan demikian mengkonfirmasi badai matahari yang ekstrim sebagai penyebab peningkatan radiokarbon misterius ini,” kata Raimund Muscheler.

Penelitian ini juga memberikan penilaian pertama yang dapat diandalkan dari fluks partikel yang berhubungan dengan peristiwa ini. Raimund Muscheler menunjukkan bahwa ini sangat penting untuk perencanaan sistem elektronik yang dapat diandalkan di masa depan.

“Badai matahari ini jauh melebihi peristiwa yang telah diamati oleh instrumen pengukuran di Bumi. Temuan ini dapat mengarah pada penilaian ulang dari risiko yang terkait dengan badai matahari,” kata Raimund Muscheler, seperti dilansir  Lund University (26/10/2015).

Referensi Jurnal :

Florian Mekhaldi, Raimund Muscheler, Florian Adolphi, Ala Aldahan, Jürg Beer, Joseph R. McConnell, Göran Possnert, Michael Sigl, Anders Svensson, Hans-Arno Synal, Kees C. Welten, Thomas E. Woodruff. Multiradionuclide evidence for the solar origin of the cosmic-ray events of ᴀᴅ 774/5 and 993/4. Nature Communications, 2015; 6: 8611 DOI: 10.1038/ncomms9611.

You May Also Like