Serangga : Jawaban untuk Kebutuhan Protein Masa Depan?

belalang, goreng

Bhataramedia.com  – Tumbuhnya permintaan konsumen untuk protein, serta kurangnya lahan pertanian baru untuk meningkatkan ternak, dapat membuat serangga sebagai alternatif yang menarik untuk sumber protein tradisional. Hal ini diungkapkan di simposium IFT15: Where Science Feeds Innovation yang diselenggarakan oleh Institute of Food teknologi (IFT) di Chicago.

“Saat ini kita memiliki 7 miliar orang dan diproyeksikan menjadi 9 miliar pada tahun 2050. Kita sudah menggunakan sepertiga dari tanah di bumi untuk memelihara ternak, dan permintaan untuk protein tumbuh lebih cepat dari populasi, terutama protein hewani,” kata Aaron Dossey, Ph.D., pendiri All Things Bugs LLC.

“Kabar baiknya adalah saya pikir bahwa serangga adalah alternatif yang sangat bergizi,” ungkap dia, seperti dilansir Institute of Food Technologists (14/07/2015).

Perusahaan milik Dossey, yang akan menghasilkan sekitar 25.000 pon bubuk kriket tahun ini, telah menerima hibah penelitian untuk beberapa proyek yang terkait dengan menggunakan serangga sebagai makanan. Termasuk bagaimana cara ini dapat meringankan kekurangan gizi pada anak. Dia mencontohkan beberapa hal yang membuat serangga menjadi sumber makanan yang berharga, yaitu :

1. Efisiensi. Serangga menggunakan lebih sedikit lahan, air, pakan, energi dan sumber daya lainnya, dibandingkan ternak.

2. Ramah lingkungan / bersih. Serangga membuat gas rumah kaca yang lebih sedikit dan tidak terkontaminasi dengan pestisida. Serangga juga tidak memiliki hormon di dalam tubuhnya.

3. Produktif. Serangga berkembang biak dengan cepat sehingga dapat menggantikan sumber daya yang telah habis.

4. Keanekaragaman hayati. Ada jutaan spesies serangga, sehingga mudah untuk menemukan kecocokan dengan kebutuhan suatu lokasi.

5. Bergizi. Serangga memiliki protein dan Omega-3, kelas asam lemak esensial yang membantu menurunkan kolesterol.

Sementara penelitian ini menjanjikan, George C. Ziobro, Ph.D., dari US Food and Drug Administration (FDA) Center for Food Safety and Applied Nutrition, memperingatkan bahwa tidak akan mudah untuk menambahkan serangga ke dalam diet pada umumnya. FDA mensyaratkan bahwa semua makanan harus bersih, diproduksi di bawah kondisi sanitasi yang baik dan dilabeli dengan benar. Pada kasus serangga yang digunakan dalam pembuatan makanan, serangga harus dikembangbiakkan secara khusus untuk digunakan sebagai makanan manusia. Tidak serta-merta diambil dari lingkungan, karena adanya risiko penyakit atau pestisida.

“Kita semua makan serangga atau bagian dari serangga. Pada kebanyakan kasus, terjadi secara tidak sengaja,” kata Ziobro. “FDA membatasi penjualan makanan yang rusak atau terkontaminasi oleh serangga. Sebagian besar orang tidak ingin melihat sarapan mereka berjalan keluar dari piring.”

You May Also Like