Manfaat Uji Genetik Pada Pengobatan Kanker Kulit Melanoma Menggunakan Ipilimumab

Gen

Bhataramedia.com – Kanker merupakan salah satu penyakit yang cukup populer dan dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Ada berbagai jenis kanker yang dapat terjadi pada siapapun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin. Salah satu kanker yang dapat terjadi adalah kanker kulit melanoma. Melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit yang biasanya muncul pada kulit yang terkena paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi. Jenis kanker kulit melanoma ini muncul dengan ditandai keberadaan kulit yang menghitam; hal ini terjadi karena melanosit memproduksi pigmen warna kulit berwarna gelap (melanin) yang secara langsung mempengaruhi warna bagian kulit tertentu. Pada dasarnya melanoma dapat terjadi pada bagian tubuh manapun, namun kebanyakan kasus terjadi pada bagian kulit yang pernah atau sering terkena paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi.

Adapun kanker kulit melanoma ini dapat menjadi berbahaya jika tidak ditemukan sejak dini dan mendapatkan perawatan yang baik; 75% kematian terkait kanker kulit disebabkan oleh melanoma. University of Pittsburgh Cancer Institute (UPCI), menggagas sebuah penelitian terkait dengan melanoma. Penelitian tersebut menghasilkan penemuan bahwa skrining genetik dari penderita kanker kulit melanoma dapat membantu para dokter untuk menyusun metode perawatan yang sesuai untuk pasien melanoma. Hal ini dapat meningkatkan peluang untuk sembuh karena pasien mendapatkan metode perawatan yang paling sesuai dengan kondisi kanker melanoma yang diderita serta kondisi genetik dari pasien tersebut.

Para peneliti di UPCI bekerja sama dengan UMPC Cancer Center untuk melakukan uji klinis bagi penelitian tersebut. Percobaan tersebut didanai oleh National Institutes of Health (NIH) dan telah dipresentasikan pada Asosiasi Riset kanker Amerika pada pertemuan tahunan di tahun 2014 ini. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ipilimumab dapat mencegah kemunculan kembali kanker pada pasien. Ipilimumab merupakan salah satu obat yang digunakan untuk imonoterapi kanker. Terapi ini juga menunjukkan bahwa gen penghasil imun tertentu memiliki ekspresi yang tinggi.

Seperti dilansir laman University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences (4/4/2014), Ahmad Tarhini, M.D.,Ph.D yang juga merupakan bagian dari tim peneliti menyatakan bahwa penelitian tersebut telah mencapai sebuah titik terang dalam pengobatan kanker kulit melanoma dan juga pengobatan kanker secara umum. Kesempatan para penderita kanker untuk sembuh dapat ditingkatkan dengan pemilihan sistem pengobatan dan pilihan obat yang dibuat berdasarkan kondisi dan kebutuhan pribadi seorang pasien. Saat ini, pengobatan kanker yang lazim dilakukan memiliki resiko efek samping yang tinggi dan juga membutuhkan biaya yang sangat besar. Tes skrining genetik yang dilakukan pada studi ini dapat membantu pasien kanker melanoma untuk mendapatkan sistem perawatan dan pilihan obat yang tepat sesuai dengan kondisi kanker dan genetis pasien tersebut. Hal ini secara langsung dapat menekan berbagai resiko efek samping dari pengobatan kanker melanoma secara konvensional dan juga menekan biaya pengobatan.

Sebelum dan sesudah pemberian terapi ipilimumab, Dr. Tarhini dan rekan peneliti melakukan biopsi tumor terhadap pasien kanker kulit melanoma guna melakukan serangkaian uji genetik pada 32 orang pasien melanoma stadium 3 (stadium lanjut) yang dirawat oleh UPMC. Selanjutnya, para pasien menjalani operasi dengan penanganan khusus.

Pasien dengan tumor yang memiliki tingkat ekspresi terhadap gen penghasil imun terkait yang tinggi memiliki resiko lebih rendah hingga 63% untuk kambuh setelah menjalani operasi baik sebelum atau setelah mendapatkan terapi pengobatan dengan ipilimumab. Penelitian ini akan dilanjutkan dengan skala yang lebih besar dengan harapan dapat meningkatkan peluang penderita melanoma untuk sembuh dan menghindarkan pasien dari efek samping pengobatan yang merugikan.

You May Also Like