Peneliti Temukan Bakteri Pendegradasi Limbah Radioaktif

bakteri pendegradasi limbah radioaktif

Bhataramedia.com – Menurut peneliti dari University of Manchester, organisme kecil bersel tunggal yang ditemukan di bawah tanah dapat membantu masalah pembuangan limbah nuklir.

Seperti dikutip dari laman University of Manchester (9/9/2014), meskipun bakteri dengan sifat pemakan limbah telah ditemukan sebelumnya, namun ini adalah pertama kalinya ditemukan mikroba yang dapat bertahan di dalam kondisi yang sangat ekstrim, yaitu tempat pembuangan limbah radioaktif. Temuan ini diterbitkan di jurnal ISME (Multidisciplinary Journal of Microbial Ecology) jurnal.

Pembuangan limbah nuklir yang dihasilkan aktivitas manusia sangat menantang. Biasanya limbah nuklir dengan volume yang sangat besar akan dikubur sangat dalam di dalam tanah. Volume terbesar dari limbah radioaktif akan dibungkus di dalam beton sebelum dibuang ke kubah bawah tanah. Ketika air tanah mencapai limbah tersebut, maka akan bereaksi dengan semen dan menjadi sangat alkali. Perubahan ini mendorong serangkaian reaksi kimia, memicu kerusakan berbagai bahan berbasis ‘selulosa’ yang ada di dalam limbah kompleks tersebut.

Salah satu produk yang terkait dengan aktivitas tersebut, asam isosaccharinic (ISA), menyebabkan banyak perhatian karena dapat bereaksi dengan berbagai radionuklida (unsur tidak stabil dan beracun yang terbentuk selama produksi tenaga nuklir dan pembuat komponen radioaktif pada limbah nuklir). Jika ISA mengikat radionuklida, seperti uranium, maka radionuklida akan menjadi jauh lebih mudah larut dan lebih mungkin mengalir dari kubah bawah tanah ke lingkungan permukaan, di mana limbah nuklir dapat masuk ke air minum atau rantai makanan. Namun, temuan baru ini menunjukkan bahwa mikroorganisme dapat mencegah hal tersebut.

Bekerja pada sampel tanah dari kawasan industri yang bersifat sangat alkali di Peak District, mereka menemukan bakteri “extremophile” yang berkembang di bawah kondisi basa, sama seperti dengan kondisi pembuangan limbah radioaktif. Organisme tersebut tidak hanya secara luar biasa beradaptasi untuk hidup di limbah kapur yang sangat alkali, tetapi juga dapat menggunakan ISA sebagai sumber pangan dan energi di dalam kondisi yang sama dengan di sekitar lokasi pembuangan limbah radioaktif tingkat menengah. Misalnya, ketika tidak ada oksigen (skenario pada brankas pembuangan limbah nuklir bawah tanah) untuk membantu bakteri ini “bernapas” dan memecah ISA, mikroorganisme sel tunggal tersebut dapat mengganti metabolismenya mereka untuk bernapas menggunakan bahan kimia lainnya dalam air, seperti nitrat atau besi.

Proses biologi mengagumkan yang digunakan bakteri tersebut untuk mendukung kehidupan di bawah kondisi ekstrim sedang diteliti oleh kelompok peneliti, serta efek menstabilkan bakteri tersebut pada limbah radioaktif. Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kita mengenai pembuangan limbah radioaktif bawah tanah yang aman dengan mempelajari “diet” mikroba pemakan limbah berbahaya tersebut.

Referensi :

Naji M Bassil, Nicholas Bryan, Jonathan R Lloyd. Microbial degradation of isosaccharinic acid at high pH. The ISME Journal, 2014; DOI: 10.1038/ismej.2014.125.

You May Also Like