bison
Ilustrasi, bison.

Penemuan Mumi Bison Utuh Berusia 9000 Tahun di Siberia

Diposting pada

Bhataramedia.com – Banyak mamalia karismatik berukuran besar, punah pada akhir Zaman Es (sekitar 11.000 tahun yang lalu), termasuk bison Steppe, Bison Priscus. Baru-baru ini, di Siberia Timur, para ahli telah menemukan salah satu bison tersebut membeku di dalam waktu.

Mumi beku bison Steppe yang ditemukan di dataran rendah Yana-Indigirka tersebut diperirakan berusia 9300 tahun yang lalu. Nekropsi sedang dilakukan untuk mempelajari bagaimana hewan ini hidup dan mati pada akhir Zaman Es. Fosil yang diberi nama Yukagir bison mummy tersebut, memiliki otak, jantung, pembuluh darah dan sistem pencernaan yang lengkap, meskipun beberapa organ telah menyusut secara signifikan dari waktu ke waktu. Hasil nekropsi dari mumi yang unik tersebut menunjukkan anatomi yang relatif normal tanpa penyebab kematian yang jelas. Namun, kurangnya lemak di sekitar perut binatang membuat peneliti menduga bahwa binatang tersebut mati karena kelaparan.

Proyek ini dipimpin oleh Dr. Natalia Serduk dari Russian Academy of Sciences di Moskow, Rusia dengan kontribusi dari kelompok besar ilmuwan, terutama dari Yakutsk dan Moskow, Rusia.

“Mumi bison Yukagir menjadi penemuan ketiga dari empat mumi lengkap dengan spesies sama yang telah ditemukan di dunia, serta merupakan salah satu dari dua spesimen dewasa yang kondisi organ internalnya masih awet dan tersimpan di dalam kondisi beku. Hal ini membuat spesimen tersebut sangat penting,” kata salah satu ilmuwan, Olga Potapova, dari Mammoth Site of Hot Springs di South Dakota, Amerika Serikat.

“Pengawetan yang baik dari mumi bison Yukagir memungkinkan perbandingan anatomi langsung dengan spesies bison dan ternak modern, serta dengan spesies bison yang telah punah pada batas Pleistosen-Holosen,” kata ilmuwan lainnya, Dr. Evgeny Maschenko, dari Paleontological Institute di Moskow.

Mumi bison dan mammoth beku telah mengubah cara kita berpikir mengenai paleontologi karena jumlah besar informasi yang didapatkan dari masing-masing spesimen, dengan metode ilmiah baru dan pendekatan yang menjadi tersedia di dalam dekade terakhir.

Potapova menambahkan, “Langkah-langkah berikutnya yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan lebih lanjut dari anatomi bison tersebut, serta studi rinci lainnya pada histologi, parasit, tulang dan gigi. Kami berharap bahwa hasil penelitian ini tidak hanya akan mengungkapkan penyebab kematian dari spesimen tersebut, tetapi juga dapat menjelaskan perilaku spesies dan penyebab kepunahannya,” tambah Potapova, seperti dilansir Society of Vertebrate Paleontology (06/11/2014).