Menyelamatkan Spesies Endemik Penting bagi Keanekaragaman Hayati

eukaliptus endemik

Bhataramedia.com – Lemur, Badak Jawa dan kanguru tikus adalah hewan-hewan yang ‘kesepian’. Sebagai spesies endemik, hewan-hewan tersebut hidup di habitat terbatas pada wilayah tertentu karena perubahan iklim, pembangunan perkotaan atau kejadian lainnya.

Spesies endemik sering terancam punah dan studi dari University of Tennessee, Knoxville menemukan bahwa menyelamatkan spesies tersebut lebih penting untuk menjaga keanekaragaman hayati daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Joe Bailey, profesor di Departemen Ekologi dan Evolusi Biologi dan rekan-rekannya dari University of Tasmania di Australia telah mengamati eukaliptus endemik yang ditemukan di Tasmania. Mereka menemukan bahwa spesies langka ini telah mengembangkan karakteristik unik untuk bertahan hidup. Selain itu, karakteristik unik tersebut juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup tetangganya di dalam ekosistem.

Temuan ini diterbitkan di jurnal akademis PLOS One.

Di dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan uji kehutanan eksperimental. Tanaman diambil dari alam liar dan ditanam kembali di dalam satu lokasi. Para peneliti kemudian menyelidiki apakah evolusi spesies endemik adalah proses penting yang mengubah interaksi spesies. Penelitian ini adalah salah satu yang pertama kali membandingkan fungsi endemik dan non-endemik di dalam pengaturan eksperimental.

Tim peneliti menemukan bahwa eukaliptus yang digunakan telah mengembangkan sifat atau ciri yang memungkinkannya untuk bertahan di dalam kondisi yang keras, dimana banyak spesies lain tidak bisa. Sifat yang dikembangkan termasuk daun yang lebih tebal dan tidak mudah rontok. Strategi pertumbuhan ini memungkinkan tanaman tersebut untuk meminimalkan sumber daya yang diinvestasikan di dalam daun. Daun juga kurang nutrisi dan sulit untuk dicerna, sehingga membuatnya tidak menarik untuk sebagian besar herbivora. Variasi di dalam karakteristik tersebut dapat mempengaruhi seluruh ekosistem.

“Oleh karena gen-gen dan sifat-sifat spesies endemik berbeda dengan spesies non-endemik, jaring interaksi yang didukung gen-gen tersebut juga berbeda,” kata Bailey.

“Oleh karena itu, hilangnya gen-gen tersebut dari ekosistem kemungkinan akan melalui dan melukai interaksi spesies yang telah terbentuk,” lanjut dia, seperti dilansir University of Tennessee (30/10/2014).

Misalnya, perubahan daun eukaliptus dapat berdampak negatif terhadap herbivora yang beradaptasi dengan tanaman ini. Sehingga mempengaruhi kemampuan herbivora tersebut untuk menemukan makanan dan bertahan hidup.

Hasil penelitian ini berkontribusi terhadap pertumbuhan penelitian yang menunjukkan gen pada tanaman dapat memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap spesies lain di dalam ekosistem. Hal ini memiliki implikasi penting bagi konservasi keanekaragaman hayati, karena hilangnya spesies endemik sebagai kelompok kemungkinan juga mewakili hilangnya interaksi ekologi baru. Hasil ini sangat penting di dalam konteks perubahan iklim.

“Di tengah krisis keanekaragaman hayati, dimana tingkat kepunahan spesies seratus hingga seribu kali lebih besar dari tingkat kepunahan alamiah, memahami biologi spesies langka dan endemik merupakan prioritas daripada mengejar keterbaruan,” kata Bailey. Dia menambahkan bahwa spesies endemik juga bertindak sebagai repositori untuk gen langka.

Bailey menekankan bahwa mencegah kepunahan spesies tersebut harus menjadi prioritas dari masyarakat ilmiah dan masyarakat umum yang menikmati alam.

You May Also Like