Bhataramedia.com – Studi sebelumnya mengemukakan bahwa bayi prematur lebih mungkin untuk mengembangkan asma di awal kehidupannya. Namun, studi skala besar di Dermark yang dilakukan University of Copenhagen menunjukkan bahwa bayi prematur mampu “keluar” dari risiko asma tersebut. Temuan dari studi

Bhataramedia.com – Mengukur variabilitas denyut jantung dapat mengidentifikasi risiko pengembangan necrotizing enterocolitis pada bayi prematur. Necrotizing enterocolitis adalah kondisi peradangan serius yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Penn State College of Medicine.

Bhataramedia.com – Para peneliti telah menemukan fakta bahwa anak-anak prematur mengalami peningkatan risiko pada masalah kognitif dan matematika umum. Studi terbaru dari Universitas Warwick dan Universitas Ruhr Bochum yang diterbitkan di Journal of Pediatrics, berusaha untuk memahami hubungan antara kelahiran prematur